Mutiara Hikmah

icon

icon

Minggu, 17 Februari 2013

CONTOH ORGANISASI

QUDWATUL HASANAH(QUWAH)
“TELADAN YANG BAIK”
Oleh: Ibnu Abdul Qodir Al Ishlahy

A.    Latar Belakang
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam yang telah memberikan nikmat iman dan islam kepada kita, shalawat beserta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya yang telah mendakwahkan risalah islam sehingga kita bisa mengetahui antara yang haq dan bathil, serta kepada para orang-orang yang selalu istiqamah mengikuti jejak mereka sampai hari kiamat. Amma Ba’du.
Negara indonesia adalah negara yang terkenal dengan mayoritas penduduk muslimnya, bahkan sejarah membuktikan bahwa kaum muslimin lah yang mengusir penjajah berkat rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan penduduk mayoritas muslim indonesia di tumbuhi banyak sekali ormas-ormas islam yang bergerak dengan visi dan misi masing-masing. Maka saya memandang perlu mendirikan organisasi yang bergerak khusus di bidang dakwah dan bimbingan masyarakat kepada Allah, dengan harapan bisa terciptanya masyarakat islami yang mengamalkan Al Quran dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salaf ash shalih.
Organisasi ini turut berperan di masyarakat dalam membimbing dan memberikan contoh(teladan) kepada masyarakat tentang ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam dan lebih banyak berdakwah dengan bil hikmah dan mau’idhatil hasanah. Selain itu pula juga berperan dalam progam kaderisasi umat sebagai langkah kongkret dalam memperjuangkan agama islam ini.

B.     Sejarah Berdiri
Kalau kita melihat realita dan fakta yang ada terjadi di negeri ini bahwa telah banyak terjadi perbedaan  antar ormas yang ada di negeri ini, sehingga mereka saling mencela satu sama lain dan masing-masing merasa paling benar. Sungguh ironi sekali pemandangan di negeri yang mayoritas muslim ini. Padahal sungguh jelas bahwa Allah menyebutkan bahwa innama al mu’minuuna ikhwah( bahwasanya setiap mu’min adalah saudara), namun yang terjadi di negeri ini justru adalah perang saudara. Maka dipandang sangat perlu dan penting adanya figur dan panutan ataupun contoh dalam menegakkan din islam ini, sehingga didirikanlah organisasi Qudwatul Hasanah(Quwah).
Qudwatul Hasanah(Quwah) adalah Organisasi yang didirikan pada tanggal 13 januari 2013 di Bekasi. Organisasi ini lebih banyak bergerak kepada rakyat jelata karena mayoritas rakyat jelata kurang faham atau belum begitu mengerti hakikat dari ajaran yang mereka pegang(islam). Maka dari itulah organisasi ini didirikan karena melihat realita yang terjadi di masyarakat, sebagai upaya untuk mendakwahkan kepada masyarakat tentang kebenaran agama islam dan manfaat yang di dapat oleh pemeluknya. Organisasi Qudwatul hasanah ini lebih banyak bergelut untuk menjadi figur hasanah bagi masyarakat karena dengan cara inilah yang dulu juga diterapkan oleh Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam kepada masyarakat Arab jahiliyah. Dengan semangat itulah semoga dakwah ini bisa mengulang kesuksesan dakwah dizaman Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam dan benar-benar terbentuk masyarakat islami yang menerapkan syari’at islam secara kaffah.
Nama organisasi Qudwatul Hasanah ini, diambil berdasarkan bahasa Arab, Qudwah artinya teladan, sedangkan Hasanah artinya baik. Jadi Qudwatul Hasanah adalah “teladan yang baik”.
Sudah banyak organisasi yang berdiri di negeri ini, semakin banyak pula para du’at yang menyampaikan dakwah ila Allah, dan dalam rangka yang sama organisasi ini di bentuk untuk ta’awun ‘alal birri wa taqwa antar organisasi tersebut, dengan harapan menuju masyarakat yang islami dan menjadi negeri dambaan yaitu, baldatun thayibatun wa Rabbun Ghafuur.
Organisasi ini didirikan oleh Ust. Mashuri Al Ishlahy beliau berasal dari jombang jawa timur dan sudah pernah belajar di beberapa pesantren di jawa timur, jawa tengah dan jawa barat.
Gagasan untuk mendirikan Qudwatul Hasanah sebenarnya sudah lama karena melihat peluang dakwah yang begitu luas dan kurangnya aktifis di bidang dakwah ini. Organisasi ini mempunyai peran yang sama penting dengan ormas-ormas yang lainnya, sehingga dengan adanya organisasi Qudwatul Hasanah ini, ormas-ormas yang ada bisa saling bantu-membantu dan tolong-menolong dalam berdakwah kepada ummat, dalam rangka ya’muruna bil ma’ruf wa yanhauna ‘anil munkar(menyeru kepada kebaikan dan melarang kepada yang mungkar) sehingga tegaklah syariat islam  di negeri tercinta indonesia ini.

C.    Manajemen dan Organisasi
Organisasi ini bergerak di bidang dakwah dan kaderisasi, pada mulanya organisasi ini beranggotakan beberapa orang saja yang mana masing-masing adalah Alumni dari beberapa pesantren terkenal di nusantara yang kemudian bertemu dan bergabung dalam organisasi Qudwatul Hasanah ini.
1.      Pengertian Qudwatul Hasanah
Qudwatul Hasanah adalah termasuk dari organisasi yang bergerak di bidang dakwah dan kaderisasi du’at sebagai estafet perjuangan dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam. Nama Qudwatul Hasanah ini sebenarnya adalah mengutip dari kalamullah dalam surat Ah Ahzab ayat 21, walaupun tidak mengutipnya seratus persen tapi menggunakan lafadh yang semakna dengan itu :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا الأحزاب:21
21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.
Dengan pengambilan nama ini memunculkan harapan bahwa akan terbentuknya masyarakat yang:
a.       Beramal islam secara kaffah sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah.
b.      Terjalinnya ukhuwah islamiyah.
c.       Menjadi negeri yang baldatun thayibatun wa Rabbun Ghafuur.
2.    Visi
Tegaknya “Khilafah Islamiyah”
3.    Misi
a.       Mendakwahkan Al Quran dan sunnah kepada masyarakat dengan pemahaman salaf ash shalih
b.      Mengulas kembali sejarah Rasulullah dan menteladaninya
c.       Memahamkan masyarakat tentang hakikat ajaran islam
d.      Menciptakan lingkungan yang islami dan masyarakat yang mempunyai husnul khuluq
e.       Menghadang aliran yang melenceng dari pemahaman salaf ash shalih(sesat)
f.       Mencetak kader du’at yang keilmuannya mumpuni, dalam berjuang amar ma’ruf dan nahi mungkar
g.      Terlaksananya syari’at islam secara kaffah oleh kaum muslimin
h.      Terjalin kuatnya ukhuwah islamiyah
i.        Kembalinya ‘izzah islam wal muslimin
4.    Implementasi Misi
Mendakwahkan islam kepada masyarakat secara hikmah (bil hikmah) dan mengikuti para salaf ash shalih beserta pemahamannya. Menggembleng para du’at untuk lebih mupuni dan siap dalam berdakwah dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar.
Implementasi misi ini bisa berupa mengadakan tabligh akbar, kajian rutin, menerbitkan majalah, buletin, dakwah online, TPA bagi anak-anak dan bekerjasama dengan organisasi lain dalam rangka mendukung mensukseskan dakwah.
5.    Tujuan Organisasi
a.       Masyarakat mengamalkan syari’at islam secara kaffah
b.      Tegaknya khilafah islamiyah
c.       Terbentuknya masyarakat yang Islami
d.      Menelurkan generasi du’at yang mumpuni dan tersebarnya dakwah keseluruh pelosok negeri
e.       Menghadang segala bentuk aliran sesat
f.       Terjalinnya ukhuwah dibalik banyaknya perbedaan
6.    Struktur Organisasi
Struktur organisasi ini tediri dari Dewan Syura dan pimpinan Dewan Pimpinan Pusat. Dewan syura merupakan lembaga teringgi dan sekaligus merupakan ketua  umum. Untuk menentukan ketua umum diadakan musyawarah tingkat nasional dan masa kepemimpinannya selama 5 tahun.
Struktur dibawah Dewan Pimpinan Pusat(DPP) terdiri dari dewan pimpinan wilayah(DPW) Propinsi, Dewan Pimpinan Daerah(DPD) Kabupaten, Dewan Pimpinan Cabang(DPC) Kecamatan, semuanya diadakan pemilihan ditingkat masing-masing dan disahkan oleh struktur yang membawahinya.
a.       Ketua Umum
Ust. Imam Hanafi
b.      Dewan Syura
1.      Ust. Abu Zaidan Al Mahfudh
2.      Ust. Abdullah Wildan
3.      Ust. Ahmad Fauzi
4.      Ust. Agus Syarifuddin
5.      Ust. Aziz Asmana
6.      Ust. Abu Mushlih Al Ishlahy
c.       Dewan Pimpinan Pusat
1.      Ketua Umum                                : Ust. Imam Hanafi
2.      Wakil Ketua                                 : Ust. Fakhru Razi
3.      Sekretaris Umum                          : Ust. Danish Al Maqdisi
4.      Bendahara Umum                                    : Ust. Abdurrahman Faris
5.      Ketua Bidang Departemen          : Ust. Abdullah Azzam
Depart pembinaan dan kaderisasi       : Ust. Abu ‘Athiyyah
Depart dalam negeri                            : Ust. Salman Faris
Depart dalam negeri                            : Ust. Ahmad Raziqin
Depart dakwah dan sosial                   : Ust. Ramzi Al Fatih
Depar keuangan                                  : Ust. Abu Al Ghani
7.    Job Deskription(Tugas-Tugas)
a.       Dewan konseling(Penasehat)
-          Memberikan nasihat, arahan, dan masukan kepada ketua
-          Memberikan bimbingan yeng berkenaan dengan masalah organisasi
-          Sebagai tempat konsultasi setiap anggota organisasi
b.      Ketua
-          Mengontrol semua program yang dijalankan
-          Mengontrol kinerja anggotanya
-          Menasehati angota yang kurang aktif dalam menjalankan tugasnya
-          Mengkondisikan setiap tugas masing-masing anggota
-          Memberikan solusi jika ada anggota yang mempunyai problem
-          Mengadakan rapat anggota dan menjadwalkannya
-          Membuat tata tertib anggota
c.       Wakil ketua
-          Membantu tugas ketua
-          Menggantikan ketua jika berhalangan
d.      Sekretaris
-          Membuat struktur kepengurusan
-          Mencatat semua inventaris
-          Membuat semu laporan progam yang terlaksana dan yang belum terlaksana
-          Mencatat inventaris organisasi
-          Menulis agenda kegiatan organisasi
e.       Bendahara
-          Mencatat pemasukan dan pengeluaran organisasi
-          Merapikan administrasi keuangan
-          Mengelola keuangan organisasi
-          Membuat laporan keuangan organisasi
f.       Seksi-seksi
1.      Dakwah
-          Membuat laporan peta dakwah
-          Mensosialisasikan program dakwah Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman salaf ash shalih
-          Membuat langkah baru dalam dakwah kemasyarakat
-          Mempublikasikan setiap program dan kegiatan dakwah
2.      Pendidikan dan pengkaderan
-          Membuat  kurikulum pendidikan
-          Mengadakan study banding ke lembaga atau ormas yang lebih dahulu berkembang
-          Membuat program pendidikan
-          Menyiapkan kader anggota baru
-          Membuat program kaderisasi ummat
-          Membuat rumusan metode kaderisasi
3.      Pendanaan
-          Mencari donatur(Muhsinin) supaya menginfaqkan sebagian dari hartanya
-          Mengelola keuangan yang ada
4.      Humasy
-          Mensosialisasikan program kepada pihak luar
-          Membuat relasi dengan pihak luar
-          Menjalin kerjasama dengan ormas lain
-          Membuat agenda silaturrahim antar ormas
Program kerja organisasi dakwah Qudwatul Hasanah
-          Melanjutkan estafet dakwah anbiya’ wal mursalin
-          Menciptakan masyarakat yang islami yang menjalankan syari’at secara kaffah
-          Mencetak kader islam yang rabbanni
Ukuran keberhasilan
-          Masyarakat faham dan sadar pentingnya kembali kepada Al Quran dan As Sunnah
-          Masyarakat mencintai kebenaran dan semangat belajar menutut ilmu agama
-          Terbentuk masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keislaman
-          Terbentuknya lembaga-lembaga pendidikan islam berperan aktif dalam mengkader ummat
-          Terjalinnya ukhuwah antar ormas dan du’at
-          Terbentuk kembali khilafah islamiyah

8.    Program Dakwah
Progam Pendidikan: Program ini terdiri dari pendidikan formal dan non-formal.
a)      Pendidikan formal
     Sebagaimana ormas yang lain Qudwatul Hasanah juga menggarap dakwah dibidang formal dalam rangka kaderisasi ummat. Pendidikan yang sudah di bentuk adalah Play group “Al Qudwah”, TK “Al Qudwah”, dan Sekolah Dasar(SD) “Al Qudwah”, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama(SLTP) “Al Qudwah” dan Madrasah ‘Aliyah(MA) “Al Qudwah” . Untuk program yang lain masih tahap rencana dan berharap bisa mencapai peran dakwah di tingkat Universitas.
b)      Pendidikan non-formal
     Dalam hal ini Qudwatul Hasanah membuat program dakwah sebagaimana pondok pesantren, yang mana alumninya akan diterjunkan untuk berpartisipasi dalam dunia dakwah. Para kader yang telah lulus akan di kirim ketempat yang membutuhkan du’at baik itu di daerah pelosok nusantara ataupun di daerah lain yang membutuhkan.
     Selain itu juga mengadakan kajian rutin di masyarakat, baik yang bersifat harian, mingguan, maupun bulanan, ha ini lebih mengena karena dakwah dan du’at bisa bersentuhan langsung masyarakat. Dan tak lupa dengan dakwah bil kitabah yaitu dengan menerbitkan berbagai buletin, majalah dan buku-buku islami yang mendorong jalan dakwah ini.
9.    Pemuda dan Pemudi Al Qudwah
Merupakan organisasi badan otonom Qudwatul Hasanah yang memiliki pengurus dan perwakilan dibeberapa wilayah di nusantara. Pemuda dan Pemudi Al Qudwah bergerak di bidang dakwah dan pendidikan yang mana anggotanya adalah para pelajar Al Qudwah. Visinya adalah “mengembalikan generasi muda yang cinta Allah dan Rasulnya” untuk terealisainya visi tersebut maka diadakanlah program kajian tafsirul Quran dan kajian sirah dalam rangka memahamkan pemuda dan pemudi akan pentingan meluruskan pemahaman kaum pemuda dan peran dari para pemuda.
10.    Muslimin dan Muslimat Al Qudwah
Muslimin dan Muslimat Al Qudwah adalah termasuk badan otonom yang mengurusi tentang dakwah kepada khalayak dewasa(bapak-bapak dan ibu-ibu). Badan otonom ini juga mempunya perwakilan dan pengurus dibeberapa daerah diwilayah nusantara. Visi nya adalah “memahamkan masyarakat tentang hakikat ajaran islam”, demi terealisasinya visi tersebut maka banyak diadakan pendekatan dan pengajian tentang materi keislaman kepada masyarakat.
11.    Lazis Al Qudwah
Lazis ini berfungsi sebagai badan penyalur dan pengelola dana zakat, infaq, shadaqah, wakaf, hibah dan hadiah. Lazis ini didirikan sebagai wujud dari kepedulian terhadap masyarakat dan khalayak umum yang memerlukan.

D.           Penutup
       Organisasi Qudwatul Hasanah adalah didirikan dalam rangka dakwah dan menyeru manusia kepada Allah, dan menjalin ukhuwah islamiyah antar kaum muslimin, serta turut andil dalam kancah dakwah ditanah air nusantara, dengan cara terjun ke masyarakat secara langsung dengan memberikan contoh “QUDWAH” kepada mereka sehingga dapat diterima dikalangan masyarakat luas.
       Peran organisasi ini lebih banyak di bidang non-formal karena lebih banyak mengedepankan interaksi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, walaupun tidak terlalu ketinggalan juga dakwah pada lembaga-lembaga formal yang ada di nusantara, meskipun perkembangannya belum sepesat organisasi lain yang lebih dahulu lahir. Wallahu A’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text