Mutiara Hikmah

icon

icon

Sabtu, 21 Maret 2015

RINDU


Bersama rindu…

Rindu terkadang menyusup dalam diri
Rasa yang dulu ada mungkin hinggap kembali
Padahal diri ini sudah tidak dianggap lagi
Namun mengapa rasa itu masih tetap ada dihati


Duhai sang rindu …..
Mengapa engkau masih berada disitu…?
Segeralah pergi bersama rasa itu,,,,
Biarkanlah rasa sakit dan sembilu berlalu….


Duhai sang rindu…
Aku sudah pergi menjauh,,,
Namun jarak tak terasa jauh….
Aku sudah berusaha melupakannya,,,
Namun rasa itu selalu hadir bersamanya….

Jumat, 20 Maret 2015

CINTA DAN SAYANG EKSPRESI DARI IMAN


Cinta dan Sayang Ekspresi Iman
 
Cinta dan sayang memang adalah hal yang manusiawi pada manusia. Allah menganugerahi perasaan cinta pada setiap insan. Bahkan Allah juga menurunkan aturan berkaitan dengan cinta.

Dalam banyak hadist Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Rasul menjelaskan tentang adanya perasaan dan rasa sayang seorang muslim pada saudaranya (muslim yang lain). Berikut adalah bagimana cara seorang muslimah mencintai saudari seimannya.

1. Mengasihi dan menyayangi karena Allah Ta’ala

Banyak cinta ternoda oleh kepentingan duniawi atau motif tersembunyi. Saudariku, cinta sejati adalah hubungan yang berasal dari kemurnian cahaya bimbingan Islam (Dr Muhammad A. Al-Hashimi). Ini adalah ikatan yang menghubungkan Muslim dengan saudara seiman mereka. Tak peduli perbedaan bahasa mereka, perbedaan letak geografis tempat ia berada, tak peduli perbedaan budaya dan warna kulit. (Ini adalah) ikatan atas dasar iman kepada Allah (Subhaanahu Wa Ta’ala).

Sebuah cinta yang merupakan ekspresi dari manisnya iman dapat dilihat dari hadist riwayat Anas Radhiallahu ‘Anhu., ia berkata:

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. bersabda: Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.

Jadi ini bukan cinta demi status, atau ketenaran. Ini adalah cinta yang membutuhkan hati yang bersih, hati yang ringan, dan lembut.

Dari Mu’adz ibn Jabal Radhiallahu ‘Anhu, katanya: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda, Berfirman Allah Yang Maha Mulia dan Luhur: “Mereka yang berkasih-sayang demi Keluhuran-Ku, bagi mereka mimbar-mimbar cahaya yang menyebabkan para An-Nabi dan para Asy-Syuhada iri kepada mereka”. (HR. At Tirmidzi).

Cinta semacam inilah adalah satu-satunya cara untuk menghilangkan kebencian, kecemburuan, dan persaingan dari hati manusia.

Jumat, 13 Maret 2015

LEMAH-LEMBUT DALAM DAKWAH




Lemah-lembut Dalam Berda'wah
 
Hati manusia akan condong kepada orang yang bersikap lemah-lembut kepadanya. Oleh karena itulah, di antara kewajiban da’i atau mubaligh adalah memilih kalimat yang lembut dan tidak kasar, agar dakwah sampai kepada manusia. Jangan sampai manusia lari dari agama, padahal dakwah belum sampai kepada mereka.
Seorang da’i bertugas mengajak manusia kepada ketaatan, padahal kebanyakan hawa-nafsu manusia tidak menghendakinya; dia juga berkewajiban memperingatkan dari kemaksiatan, padahal kebanyakan hawa-nafsu manusia menyukainya. Maka jika seorang da’i berdakwah dengan kasar, merupakan perkara yang wajar banyak manusia akan menjauh dari dakwahnya.
Oleh karenanya, banyak bimbingan dari Allah dan RasulNya agar da’i bersikap lembut ketika berdakwah, sehingga dakwah akan sampai kepada mad’u (obyek dakwah) dengan baik.
Namun demikian, bukan berarti seorang da’i selalu bersikap lemah-lembut dalam segala keadaan. Bahkan pada keadaan-keadaan tertentu dia dituntut untuk bersikap tegas dan keras. Sikap lemah-lembut dan keras diletakkan pada tempatnya masing-masing, dan itulah hikmah yang perlu fahami dan dilakukan saat berdakwah.

DALIL LEMAH-LEMBUT DALAM DAKWAH
Banyak ayat dan hadits yang menunjukkan pentingnya sikap lembut dalam dakwah. Inilah diantaranya:
1-      Firman Allah Ta’ala kepada nabi Musa q dan nabi Harun q :
اذْهَبَآ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى {43} فَقُولاَ لَهُ قَوْلاً لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى
Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah malampaui batas;
maka berbicalah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut". (QS. Thaha (20): 43-44)

Imam Al-Quthubi t menyatakan: “Jika (Nabi) Musa q (dan Harun q –pen) diperintahkan untuk mengatakan perkataan yang lemah-lembut kepada Fir’aun, maka orang yang (derajatnya) dibawahnya (Nabi Musa q ) lebih pantas meneladani hal itu di dalam pembicaraannya, dan di dalam perkataannya saat memerintahkan yang ma’ruf”. (Tafsir Al-Qurthubi 11/200)
Ketika kholifah Al-Makmun dinasehati dengan kasar oleh seseorang, beliau berkata: “Hai laki-laki, bersikaplah lemah-lembut, sesungguhnya Allah telah mengutus orang yang lebih baik daripada kamu (yaitu nabi Musa q ), kepada orang yang lebih buruk daripada aku (yaitu Fir’aun), dan Dia memerintahkannya dengan sikap lemah-lembut”. Kemudian beliau membaca ayat di atas! (Min Sifatid Da’iyah Al-Liin war Rifq, hal: 12, karya Syekh Dr.Fadhl Ilahi)

Rabu, 11 Maret 2015

SOP KEGIATAN MASJID

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
IBADAH JUM’AT

Ø  Bagian ubudiyyah mengingatkan khotib seminggu sebelum jadwal khutbah
Ø  Bagian ubudiyyah konfirmasi khotib Tiga hari sebelum jadwal khutbah dan pagi hari pada tanggal yang telah terjadwal
Ø  Khotib dan mu’adzin dimohon hadir 30 menit sebelum masuk waktu jum’at
Ø  Mempersiapkan atau membuat jadwal mu’adzin sholat jum’at
Ø  Pengumuman petugas khotib hanya diawal bulan saja, supaya tidak dianggap sebagai rangkaian dari ibadah jum’at
Ø  Untuk pembacaan ma’lumat dan nama khotib selain jum’at pertama cukup dengan duduk tanpa berdiri menghadap jama’ah
Ø  Membacakan ma’lumat jika ada agenda acara atau kegiatan yang bersifat insidental
Ø  Mengecek mikrofon imam dan mua’dzin minimal satu jam sebelum masuk waktu jum’at
Ø  Kotak amal sudah berada pada posisinya(pojok kiri depan), mengecek
Ø  Mematikan sound setelah selesai rangkaian ibadah jum’at selesai
Ø  Mempersiapkan nasi 3(tiga) porsi untuk khotib dan pendamping
Ø  Petugas mua’dzin menemani khotib makan siang di kantor


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PELAKSANAAN SHOLAT TARAWIH
                                                                        
Ø  Bagian ubudiyah mengingatkan imam dan khatib(Pemateri Tausiah)  tarawih 3 hari sebelum jadwal imam dan khatib dan mengingatkan kembali pada hari waktu pelaksanaan.
Ø  Bagian ubudiyah menyusun jadwal adzan sholat maghrib dan isya
Ø  Bagian ubudiyah di haruskan untuk selalu mengecek kesiapan teknis maupun non teknis sebelum pelaksanaan sholat tarawih
Ø  Bagian ubudiyah mengingatkan adik-adik yang bercanda untuk bisa tenang agar terwujud kehusyu’an dalam pelaksanaan sholat tarawih
Ø  Bagian ubudiyah di sarankan agar berada di shof pertama di belakang imam dan membantu bilamana imam kesulitan memakai mic atau membukakan pintu mimbar
Ø  Sebelum sholat tarawih di mulai setelah sholat isya bagian ubudiyah untuk maju ke depan jama’ah untuk menyampaikan laporan-laporan dan juga maklumat-maklumat yang di anggap perlu untuk di sampaikan(terjadwal)
Ø  Setelah pelaksanaan sholat teraweh bagian ibadah untuk menemani imam dan khatib untuk menikmati hidangan yang di sediakan
Ø  Bagian ubudiyah setiap selesai pelaksanaan sholat tarawih untuk selalu melakukan evaluasi-evaluasi untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada



STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PELAKSANAAN SHOLAT IEDUL FITRI(IED)

Ø  Mempersiapkan calon yang akan khotib dan imam ied sejak awal bulan ramadhan
Ø  Bagian ibadah untuk mengkonfirmasi khatib dan imam sholat iedul fitri satu minggu sebelum pelaksanaan dan mengingatkan kembali sehari sebelum pelaksanaan
Ø  Bagian ibadah untuk melakukan koordinasi dengan bagian yang lain minimal dua minggu sebelum pelaksanaan agar koordinasi dan kegiatan berjalan dengan baik
Ø  Mengingatkan khotib untuk menyerahkan teks khutbah maksimal satu minggu sebelum pelaksanaan sholat ied
Ø  Memperbanyak(cetak) buku materi khutbah
Ø  Mengkoordinir pada malam ied untuk yang ingin takbiran dan menyiapkan minuman serta snack-snack
Ø  Menyiapkan buku khutbah yang telah di buat oleh khatib dan membagikannya kepada para jama’ah yang hadir
Ø  Menyiapkan perlengkapan-perlengkapan untuk sholat ied 3(tiga) hari sebelum pelaksanaan dan pada malam ied memasang serta merapikan peralatan untuk sholat ied bersama seksi-seksi yang lain
Ø  Pada waktu sholat ied tiba salah satu dari qism ibadah sholat di belakang imam persis untuk takbir serta membantu imam dan khatib jika ada yang diperlukan
Ø  Setelah sholat ied selesai qism ibadah bersama qism lainya melakukan kerja bakti bersama membereskan alat-alat yang telah selesai terpakai pada acara sholat ied


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PELAKSANAAN SHOLAT RAWATIB

Ø  Imam Rawatib terjadwal
Ø  Petugas mu’adzin mengecek mic untuk adzan dan imam
Ø  Petugas mu’adzin diusahakan hadir minimal 10 menit sebelum adzan dikumandangkan
Ø  Petugas imam diusahakan hadir minimal 10 menit sebelum adzan dikumandangkan
Ø  Memperhatikan waktu iqomah
Ø  Mempersilahkan Ustadz senior atau tokoh Masyarakat untuk menjadi imam
Ø  Imam memperhatikan shof para jama’ah dan mengingatkan supaya lurus dan rapatnya barisan
Ø  Suara imam lantang atau minimal terdengar sampai ma’mum yang paling belakang
Ø  Mempersilahkan Ustadz senior atau tokoh Masyarakat untuk menjadi imam


JADWAL IMAM SHOLAT RAWATIB
Waktu
 Hari
Sabtu
Ahad
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Maghrib






Isya’






 Shubuh






 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PELAKSANAAN SHOLAT GERHANA

Ø  Mensosialisasikan bahwa masjid kita menyelenggarakan sholat gerhana
Ø  Mengecek peralatan seperti mic dkk
Ø  Mengkonfirmasi petugas khotib sholat gerhana
Ø  Mengkonfirmasi petugas imam sholat gerhana
Ø  Menyampaikan sekilas tatacara sholat gerhana
Ø  Imam memperhatikan serta meminta jama’ah untuk meluruskan dan merapatkan shof
Ø  Mempersiapkan kotak amal berjalan dipojok kiri depan
Ø  Mempersiapkan tempat dan makanan ringan serta minuman bagi jama’ah
Ø  Membersihkan tempat setelah pelaksanaan rangkaian ibadah sholat gerhana selesai



Rencana Anggaran Kegiatan Qism Ubudiyah
Tahun 2015




No
Keperluan
Dana
Jumlah
1
Transport khotib jum'at
300rb x52
 Rp 15,600,000
2
Makan siang khotib jum'at
45rb x52
 Rp   2,340,000
3
Air mineral imam(gelas)
20rb x24
 Rp      480,000
4
Fotocopy jadwal
200rb
 Rp      200,000
5
Baterai Mic
250rb
 Rp      250,000
6
Pulsa untuk sosialisasi kegiatan
200rb
 Rp      200,000
7
Khotib Tarawih
300rb x30
 Rp   9,000,000
8
Imam Tarawih
150rb x30
 Rp   4,500,000
9
I'tikaf
2 juta
 Rp   2,000,000
10
Idul Fitri dan idul Adh-ha
2 juta
 Rp   2,000,000
11
Lain-lain
1 juta
 Rp   1,000,000
12






 Rp 37,570,000

 

Sample text