Mutiara Hikmah

icon

icon

Senin, 10 November 2014

AYAH, ANAK DAN BURUNG GAGAK


Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak 

Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.
Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,
“Nak, apakah benda itu?”
“Burung gagak”, jawab si anak.

KACA BERDEBU

KACA BERDEBU

oleh: Sahabat



Ia ibarat. . .
Kaca yang berdebu. . .
Berlemah lembutlah kepadanya. . .
Namun jangan terlalu memanjakannya. . .
Tegurlah bila ia bersalah. . .
Namun janganlah lukai hatinya. . .
Bersabarlah ketika menghadapinya. . .
Karna ia kaca yang berdebu. . .
Semoga engkau mendapatkannya. . .



Senin, 28 April 2014

BIOGRAFI IMAM ABU DAWUD

IMAM ABU DAWUD

Setelah Imam Bukhari dan Imam Muslim, kini giliran Imam Abu Dawud yang juga merupakan tokoh kenamaan ahli hadits pada zamannya. Kealiman, kesalihan dan kemuliaannya semerbak mewangi hingga kini.

Abu Dawud nama lengkapnya ialah Sulaiman bin al-Asy’as bin Ishaq bin Basyir bin Syidad bin ‘Amr al-Azdi as-Sijistani, seorang imam ahli hadits yang sangat teliti, tokoh terkemuka para ahli hadits setelah dua imam hadits Bukhari dan Muslim serta pengarang kitab Sunan. Ia dilahirkan pada tahun 202 H/817 M di Sijistan.

Perkembangan Dan Perlawatannya
Sejak kecilnya Abu Dawud sudah mencintai ilmu dan para ulama, bergaul dengan mereka untuk dapat mereguk dan menimba ilmunya. Belum lagi mencapai usia dewasa, ia telah mempersiapkan dirinya untuk mengadakan perlawatan, mengelilingi berbagai negeri. Ia belajar hadits dari para ulama yang tidak sedikit jumlahnya, yang dijumpainya di Hijaz, Syam, Mesir, Irak, Jazirah, Sagar, Khurasan dan negeri-negeri lain. Perlawatannya ke berbagai negeri ini membantu dia untuk memperoleh pengetahuan luas tentang hadits, kemudian hadits-hadits yang diperolehnya itu disaring dan hasil penyaringannya dituangkan dalam kitab As-Sunan. Abu Dawud mengunjungi Baghdad berkali-kali. Di sana ia mengajarkan hadits dan fiqh kepada para penduduk dengan memakai kitab Sunan sebagai pegangannya. Kitab Sunan karyanya itu diperlihatkannya kepada tokoh ulama hadits, Ahmad bin Hanbal.
Dengan bangga Imam Ahmad memujinya sebagai kitab yang sangat indah dan baik. Kemudian Abu Dawud menetap di Basrah atas permintaan gubernur setempat yang menghendaki supaya Basrah menjadi “Ka’bah” bagi para ilmuwan dan peminat hadits.

Rabu, 19 Maret 2014

Penemu Sikat Gigi...???



Penjarakan pikiran

Penemu sikat gigi modern adalah orang Inggris bernama William Addis. Dia memakai tulang yang dilubanginya kecil-kecil, kemudian mengisinya dengan bulu binatang, serta mengelemnya menjadi satu.

William pun menjadi jutawan setelah idenya dikembangkan menjadi sikat gigi berbulu nilon dan diproduksi oleh perusahaan Amerika bernama ‘Du Pont’ pada tahun 1938.

Minggu, 08 Desember 2013

TARTIBUL ADILLAH

Ushul Fiqh
Tartibul Adillah




Tartibul Adillah[1]
Pembicaraan tentang ini akan dibahas selanjutnya:
1.      Yang dimaksud tartibul adillah yaitu: menjadikan seluruh dalil pada beberapa tingkatannya yang tepat, menurut suatu pendangan dengan beberapa pandangan lainnya.
2.      Adillah Syar’iyyah terbagi menjadi: sepakat terhadapnya dan perselisihan atasnya, qath’iyyah dan dhanniyyah, dan naqliyyah dan aqliyyah.
Dan dari kebaikan pengertian tentang ini adalah:
a)       Bahwasanya dalil yang telah disepakati adalah ada 4(empat), yaitu:
 1) Al Kitab
2) As Sunnah
3) Al Ijma’, dan
4) Qiyas.
b)       Bahwasanya dalil yang masih diperselisihkan adalah dikembalikan kepada dalil yang telah disepakati dari pandangan asalnya dan dalil tetapnya. Dengan sebab itu bisa diketahui.
c)       Bahwasanya dalil syar’iyyah, yaitu yang telah disepakati dan yang masih diperselisihkan adalah dikebalikan kepada dalil 4(empat) yang telah disepakati.
d)      Bahwasanya dalil yang 4(empat) adalah dikembalikan kepada al kitab dan as sunnah, dan semuanya dikembalikan kepada al kitab.
e)      Bahwasanya dalil yang 4(empat) telah disepakati dan tidak ada yang memperselisihkan, selalu dan tidak terpisah, semuanya adalah haq, dan yang haq tidak akan bertentangan tetapi membenarkan sebagian atas sebagian lainnya.
  1. Adillah Syar’iyyah dipandang dari wajibnya pengamalannya pada satu derajat atau tingkatan,  jika seluruhnya mewajibkan untuk mengikutinya dan berhujjah dengannnya.

Jumat, 29 November 2013

DAKWAH KEPADA KELUARGA



PRIORITAS DAKWAH KELUARGA SEBELUM MASYARAKAT UMUM
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalllam memulai dakwah sirriyah (dakwah secara sembunyi), terutama kepada keluarga Nabi Muhammad SAW sendiri. ”Dan berilah peringatan kepada keluargamu terdekat.” – QS Asy-Syu’ara (26): 214.
Keluarga adalah yag paling berhak untuk di dakwahi dikarenakan mereka hidup di tengah-tengah kita dan yang paling tahu keadaan kita, dan juga berdasarkan dari ayat diatas Rasulullah tauladan kita juga diperintahkan dengan hal tersebut.
Wahyu pertama yang diterima Nabi di Gua Hira kemudian disusul dengan wahyu kedua, yang berbunyi, ”Hai orang yang berselimut, bangunlah dan berilah peringatan!” – QS Al-Mudatsir (74): 1-2. Dengan turunnya wahyu tersebut, maka mulailah dilakukan dakwah sirriyah (dakwah secara sembunyi), terutama kepada keluarganya sendiri. ”Dan berilah peringatan kepada keluargamu terdekat.” – QS Asy-Syu’ara (26): 214.
Menurut M. Yunan Yusuf dalam makalah berjudul Strategi Dakwah Rasulullah, Dari Kerabat Menuju Kesatuan Umat, dalam buku Kajian Tematik Al-Quran tentang Fiqih Ibadah, keluarga terdekat Rasulullah bila ditelurusi dari silsilah berawal dari Qushai. Qushai mempunyai tiga orang anak, masing-masing bernama Abdul Uzza, Abdul Manaf, dan Abdul Darr. Dari ketiga anak ini, silsilah Rasulullah berkaitan dengan Abdul Manaf, yang mempunyai empat anak. Yaitu Muthalib, Hasyim, Naufal, dan Abd Syams. Hasyim mempunyai seorang anak bernama Abdul Muthalib. Selanjutnya, Abdul Muthalib mempunyi sepuluh anak, tetapi yang disebut namanya hanya enam orang, yaitu Abdullah, Abbas, Abu Lahab, Abu Thalib, Haris, Hamzah. Abdullah adalah ayah Rasulullah.

Kamis, 28 November 2013

LELAH DALAM DAKWAH

 
 

          Terkadang kita merasa lelah dan putus asa ketika cobaan selalu mendera seakan tiada habisnya, ingatlah kawan semua itu adalah ujian untuk menentukan siapa yang terbaik diantara hamba-Nya. The True Fighting for Me and You All. La Tahzan Innallaha Ma'anaa. ( Q.S. At Taubah : 40 )


By:
Ca' Hur
 

Sample text